Nodemon
Kadang kita perlu bereksperimen dengan Node.js, dan feedback development yang cepat sangat membantu. Caranya dengan Nodemon, yang memantau direktori project dan me-restart aplikasi Node.js otomatis setiap ada perubahan.
Babel
Babel mengubah JavaScript modern (ES6+) jadi ES5 biasa, sehingga kompatibel dengan browser apa pun, termasuk yang lama. Babel membawa fitur-fitur baru ES6 seperti class, fat arrow, dan multiline string. Babel juga bisa men-transpile TypeScript jadi JavaScript biasa kalau dibutuhkan untuk kompatibilitas browser.
Setup project
Buat direktori untuk project dan jalankan command berikut untuk inisialisasi project npm.
npm init
Command ini akan menanyakan beberapa hal lalu membuatkan file package.json.
Langkah berikutnya, buat file index.js sebagai entry point. Sekarang direktori kita seharusnya terlihat seperti ini.
project-folder
| index.js
| package.json
Install babel
Selanjutnya, tambahkan beberapa package babel ke project dengan command di bawah.
npm install --save-dev @babel/core @babel/cli @babel/preset-env @babel/node
Masing-masing menangani bagian berbeda dari Babel: fungsi inti, penggunaan lewat command line, dukungan fitur JavaScript terbaru, dan kompatibilitas dengan Node.js.
Install nodemon
Selain package Babel, saya juga lebih suka pakai nodemon di environment development. Nodemon me-restart aplikasi node otomatis saat ada perubahan file di direktori. Untuk menambahkannya ke project, pakai command berikut.
npm install --save-dev nodemon
Tambahkan file konfigurasi babel
Berikutnya, kita perlu memberi tahu babel cara men-transpile file kita. Buat file .babelrc di root direktori aplikasi, lalu isi dengan kode berikut.
{
"presets": [
"@babel/preset-env"
]
}
Tambahkan start script ke package.json
Terakhir, tambahkan command di package.json untuk menjalankan aplikasi.
"start": "nodemon --exec babel-node index.js",
Tinggal jalankan npm run start untuk memulai aplikasi.
Selesai. Babel dan nodemon sudah terpasang, dan kamu bisa menulis sintaks JavaScript modern. Selamat coding!